Untuk "Pencipta" filosofisku, simbol,tanda dan makna terliputi dalam wilayahMu.

Selasa, 05 November 2013


Pergeseran tipe masyarakat dari zaman ke zaman telah menghantarkan kita pada suatu tipe masyarakat yang baru yakni masyarakan konsumen. arus produksi yang pesat menandai suatu era modern dengan ditopang dengan ekonomi kapitalis, membuat dalam hitungan detik terciptanya suatu produk baru di seluruh belahan dunia. maka tak pelak produksi lantas menjelma menjadi kekuatan penting di dunia, disamping itu teknologi juga memiliki peran dalam membangun sistem produksi yang hebat, dengan mengandeng teknologi produk yang dihasilkan akan semakin canggih dan sesuai dengan perkembangan zaman. hasil dari produk yang semakin canggih dan variatif mampu menarik minat dari masyarakat sehingga diharapkan akan terciptanya suatu keseimbangan antara produksi dan konsumsi.

Akan tetapi sebuah gejala baru terlihat pada era sekarang ini, dimana produksi dan konsumsi telah memasuki tataran hyper. terutama konsumsi telah mengalami pergeseran, jika dahulu seorang filsuf kebangsaan jerman Karl Marx (1818-1883) mengatakan bahwa adanya 2 prinsip dasar konsumsi yakni nilai guna dan nilai tukar, nilai guna merupakan inti dari setiap objek produksi. Setiap objek pada hakikatnya memiliki nilai guna akan tetapi kemudian dengan berkembangnya kapitalisme maka muncullah suatu nilai baru yakni nilai tukar, setiap nilai guna dari suatu objek akan diukur dengan nilai tukar sehingga perpindahan objek dari satu tangan ke tangan lain akan berjalan lancar dengan adanya nilai tukar. Uang sebagai alat tukar yang diakui secara universal memainkan peran penting dalam proses perpindahan objek-objek produksi. Lebih lanjut Karl Marx meramalkan bahwa kelak pada kapitalis lanjut nilai guna akan digantikan oleh nnilai tukar, hal ini terjadi karena objek produksi telah kehilangan kepercayaannya dan kepercayaan masyarakat malah beralih kepada uang. sehingga uang sebagai nilai tukar mampu mengalahkan nilai guna dari barang atau produk.

Sabtu, 02 November 2013


Pengetahuan memberikan kekuasaan atas apa yang tidak dapat kita lakukan, dengan bantuan pengetahuan kita mampu melakukan banyak hal yang sebelumnya tidak pernah mampu kita lakukan atau bahkan bayangkan itulah kesimpulan umum yang sering kita dengar, pengetahuan sebagai pemberi berkah atas tindakan kita sehingga tindakan kita bisa keluar melampaui diri kita, Akan tetapi pengertian ini nampaknya lain jika berada dalam tangan Foucault (1926-1984), Foucault tampak membalik anggapan tersebut dengan menyatakan bahwa kekuasaan menentukan pengetahuan,dengan sebuah kekuasaan maka akan dapat ditentukan pengetahuan mana yang bisa diterima dan pengetahuan mana yang harus ditolak,ketika pengetahuan tersebut diterima maka pengatahuan tersebut harus dipakai oleh umat manusia dan sebaliknya terjadi bagi pengetahuan yang tertolak.
"Pengetahuan itu otoriter dan menindas" inilah kesimpulan yang dapat kita tarik jika mengacu pada paragraf diatas, pengetahuan yang sedang berada di puncak kekuasaan akan dengan serta merta menyingkirkan bentuk-bentuk pengetahuan yang lain dengan dirinya. jika dahulu ketika teologi mencapai puncak kejayaannya yang kemudian memanifestasikan diri dalam bentuk suatu lembaga keagamaan yang otoriter yaitu gereja, maka sekarang pun tidak ada bedanya dengan dahulu,Pengetahuan positiv menggantikan teologi dan memanifestasikan dirinya dalam lembaga pendidikan seperti sekolah,universitas dll. Jika dahulu gereja dengan sewenang-wenang menghukum para ilmuwan-ilmuwan yang memiliki pandangan lain dengan gereja, maka hal itu pun terjadi di masa sekarang dengan keabsolutan lembaga pendidikan yang selalu mendewakan metode ilmiahnya dan menyalahkan segala metode diluar metode ilmiah.

Kamis, 17 Oktober 2013


Gerak perkembangan zaman tak akan terjadi tanpa gerak perkembangan pengetahuan dalam suatu negari. Gerak pengetahuan itulah yang akan menggiring suatu zaman dan akan menandai zaman tersebut, Gerak perkembangan pengetahuan di suatu negara tentu berbeda dengan perkembangan pengetahuan di negara lain. Hal ini bisa disebabkan oleh kultur, budaya dan masyarakat yang berbeda dari suatu Negara dan Negara lainnya. Ilmu pengetahuan dewasa ini secara global telah dikuasai oleh paham positivism, Positivisme adalah suatu paham filsafat yang hanya mengakui kebenaran  atau pengetahuan yang benar kepada fakta-fakta positif, dan fakta-fakta positif harus bias dibuktikan dengan menggunakan metode ilmu pengetahuan yaitu eksperimentasi, observasi dan komparasi, Dan Jenis paham seperti inilah yang sekarang sedang menguasai dunia ilmu pengetahuan.

Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa perkembangan pengetahuan selalu berbeda di setiapa Negara, dan dalam Negara kita nampaknya perkembangan pengetahuan tersebut selalu bergerak tidak stabil.Hal ini terjadi dikarenakan adanya benturan antara pengetahuan positif dan spiritual yang mewakili agama, benturan tersebut semakin keras rasanya kita dengar setiap hari dan seakan semakin tak mampu didamaikan, keegoisan pengetahuan positif yang tak mau berbagi tempat untuk kebenaran dengan spiritual memaksa spiritualitas harus mundur teratur dari dunia ilmu pengetahuan, apalagi dalam suatu era ketika kepercayaan penuh masyarakat modern telah didapat oleh pengetahuan positif. Segala hal yang tak mampu dijelaskan melalui metoda Eksperimentasi, Komparasi dan Observasi maka akan lansung tersingkir dari medan pengetahuan ilmiah. Lalu terjadilah sebuah dilema yang dialami oleh masyarakat negeri ini, dilain sisi mereka mengusung semangat rasionalitas ala positivis akan tetapi di sisi lain mereka tak bisa memungkiri bahwa mereka adalah masyarakat religius atau suatu masyarakat yang telah terbentuk dari kultur religius yang sarat akan nilai-nilai spiritualitas.

Rabu, 16 Oktober 2013

Materialisme adalah sebuah paham yang begitu populer di tengah kehidupan manusia, Pertumbuhan laju ekonomi yang semakin deras merupakan jasa dari materialisme yang telah berhasil menanamkan pengaruhya dalam dalam alam fikiran manusia, Produksi yang di imbangi oleh permintaan barang dan jasa yang besar menjadi penopang bagi mengalirnya masyarakat industri. Meski sering dianggap negatif akan tetapi tak bisa kita pungkiri bahwa materialisme memiliki andil yang begitu besar dalam sejarah peradaban umat manusia, Adalah Epikurus (341-270 S.M) yang mengawali lahirnya paham tersebut, menurut Epikurus realitas pokok tersusun atas subtansi yang dinamakan materi, sehingga tidak ada apapun dalam realitas melainkan materi, oleh karena itu ajaran etik tentang paham ini hanya memntingkan mencari kebahagiaan yang bersifat fisik saja. Sebelum Epicurus sudah ada seorang filsuf yang juga memberikan gagasan pembentuk dari paham materialisme ini, yakni Thales.
Thales menganggap setiap unsur dari kehidupan berasal dari air, dan juga ada Demokretos (450-360 S.M) yang menganggap bahwa dunia tersusun dari atom yang tidak bisa dibagi lagi dan tak dapat dipisahkan lagi, semua memiliki kualitas yang sama hanya berbeda dalam bentuk, ukuran dan letak tempatnya. 

Selasa, 15 Oktober 2013

Auguste Comte (1798-1857) ketika mengemukakan gagasannya tentang pengetahuan positif, seakan sangat yakin akan pengetahuan positif yang kelak akan menggantikan teologi dan metafisika dalam kebudayaan manusia di masa mendatang, oke nampaknya ramalan Comte tak salah pengetahuan positif telah merajai masa modern dan sekaligus mengklaim diri sebagai pengetahuan yang paling sah dan valid. Perkembangan akal budi manusia mengalami berbagai tahapan dari zaman ke zaman. Berawal dari teologi dimana dapat kita bagi menjadi 3 fase, yang pertama adalah animisme  dimana dalam fase ini kita dapat mengambil contoh pada manusia purba, manusia pada fase ini menghayati alam semesta pada partikularitas dan individualitas sehingga pada fase ini manusia tidak mengenal konsep abstraksi, benda-benda tidak dimengerti dalam konsep umum akan tetapi sebagai konsep individual dan singular jadi setiap benda dianggap memiliki jiwa, kehendak dan kedudukan minimal setara dengan manusia sehingga terdapat pemujaan terhadap setiap benda yang ditemui manusia, yang kemudian membuat manusia melupakan dirinya sebagai mahluk luhur yang mempunyai daya Rasional yang mampu mengangkat dirinya melebihi mahluk-mahluk atau benda-benda lainnya.