Moral
adalah suatu sesuatu yang benar-benar ada dan tak bisa dipungkiri di kehidupan
kita. Dalam menjalani kehidupan, moral menjadi semacam rambu atau aturan yang
berfungsi untuk mengontrol dan mengarahkan perjalanan seluruh jenis manusia
untuk mencapai tujuannya. Ajaran tentang moral diajarkan kepada seluruh umat
manusia tanpa peduli tentang umur, jenis kelamin, agama,dan etnis. Ajaran moral
secara sama menyentuh semua lapisan masyarakat dan jika ada yang berbeda
mungkin hanya frekuensi pengajarannya. Dengan mengalirnya ajaran moral kepada
seluruh lapisan masyarakat, maka tentu
saja diperlukan pipa-pipa yang berfungsi untuk mengalirkan ajaran moral kepada
masyarakat, dan pipa-pipa aliran yang saya maksud disini adalah seperti Agama,
Pendidikan, dan berbagai jenis kearifan-kearifan lokal yang tentunya sarat akan
pesan-pesan moral.
Rabu, 11 September 2013
Selasa, 09 April 2013
Rene Descartes dilahirkan pada
tanggal 31 Maret 1596 di sebuah kota kecil la Haye, Prancis. Dia terlahir di
kalangan menengah ke atas sebab dia merupakan anak dari hakim di High Court of
Britany. Setting di mana dia tumbuh memberi informasi penting mengenai hidup
dan karya Rene Descartes. Lahir di kalangan menengah ke atas berarti dia sudah
barang tentu memiliki kekuatan ekonomi yang cukup untuk memperoleh pendidikan
yang memadai. Selain itu, Prancis juga menunjuk suatu informasi penting dalam
memahami Rene Descartes, yakni menunjuk pada tempat di mana peradaban
rasionalitas berkembang pesat. Dengan kata lain, kecerdasan (pemikiran) yang
dimiliki oleh Rene Descartes dapat tersalurkan, teraspirasikan, dan lebih-lebih
nantinya mampu menginspirasi gerak laju filsafat sesudahnya.
Lebih dari kedua hal tersebut
ialah tentang tahun. Tahun tersebut menunjukkan bahwa Descartes dilahirkan pada
era Renaisans, era di mana humanisme berkembang pesat, sebuah era di mana
hegemoni Gereja sebagai pemegang otoritas kebenaran juga
diakhiri. Hal ini bukan berarti dia terlahir di tengah-tengah era di mana gaung
dari hegemoni gereja telah lenyap. Gema itu masih ada dan gema itulah yang
hendak dilawan oleh Rene Descartes, karena, baginya, hal itu memberikan
beberapa kesulitan di dalam ilmu pengetahuan.
Sabtu, 06 April 2013
Sebuah teorema tentang keperibadian yang menarik dipaparkan oleh Gustav Jung melalui konsep kesadaran Kolektivnya
atau collective unconsciousness, suatu kesadaran yang kita dapat secara turun
temurun yang bersifat transpersonal atau yang dimiliki oleh setiap individu,
kesadaran ini terdiri dari ingatan-ingatan purba dari para leluhur atau nenek
moyang kita yang pasti dimiliki oleh setiap personal, dan menurut Gustav Jung
kesadaran kolektiv inilah kelak yang akan menjadi dasar-dasar dari
kebijaksanaan dan prinsip-prinsip moralitas dari manusia, ada semacam alur
metafisik dalam teori ini yaitu suatu alur yang memang menjadi ciri khusus dari
Jung di bandingkan psikolog-psikolog lainnya, dalam menganalisa jalur moralitas
keperibadian manusia Jung cenderung menempuh lajur metafisik dibandingkan
penjelasan gurunya Sigmund Freum yang melulu membicarakan tentang ego dan id
mungkin juga hal ini dipengaruhi oleh latar belakang Gustav Jung yang ber
ayahkan pendeta sehingga sedikit tidaknya unsur-unsur religius dan metafisik
mempengaruhi pola pemikirannya.
Kesadaran Kolektiv atau collective
unconsciousness sendiri terdiri dari berbagai macam hal, adapun isi dari
kesadaran kolektif adalah sebagai berikut :
Kamis, 04 April 2013
Pengertian secara mendasar Dekonstruksi adalah sebuah konsep atau metode dalam pembacaan teks yang dikemukakan oleh seorang filsuf dari Aljazair yang lama menetap di Prancis yaitu Jacques Derrida. Dekonstruksi adalah suatu pemikiran yang kontroversial dari Derrida. Dekonstruksi merupakan suatu metode pembacaan teks, yang menolak adanya absolutisitas tentang suatu kebenaran yang dikandung. Derrida menjelaskan bahwa isi dala suatu teks dipengaruhi dari sejarah atau latar belakang dibuat teks tersebut sehingga memungkinkan untuk pengembangan makna lebih lanjut dari teks tersebut. Setiap teks memiliki berbagai form-form penyempurnaan yang akan bisa kita kembangkan sendiri, ini berarti secara tersirat Derrida ingin menyampaikan kepada setiap pembaca bahwa janganlah kita menyimpulkan pemikiran kita hanya di belakang si pembuat teks tapi kritisi dan buat beberapa langkah di depan si pembuat teks. Kebenaran-kebenaran yang telah kita ketahui dalam sebuah teks dan memang yakin bahwa itu benar, tetapi dalam pandangan dekonstruksi Derrida hal-hal tersebut belum tentu benar. Ada makna-makna tersembunyi yang mendasari sebuah kebenaran dilihat dari sisi sejarahnya. Suatu konsep atau hal yang telah kita yakini kebenarannya oleh Derrida dicoba untuk dipahami dengan sebuah dekonstruksi dimana dibalik kebenaran yang telah diyakini oleh semua orang tersebut terdapat suatu kontradiksi yang tersembunyi dan tentu saja kebenaran-kebenaran tersebut membutuhkan suatu penggalian lebih lanjut hal ini dikarenakan kebenaran-kebenaran tersebut masih bersifat tersembunyi.
Ketika rembulan emas tenggelam di cakrawala
angin mati dan laut pun terdiam
Hening di sekeliling bumi, sunyi sepi mencekam
menunggu keputusan sakral, arif dan bijaksana
Yang tak habis aku mengerti
jeritan kami tak bersuara
Ditelan gemuruh gundah gulana
Mungkin lewat nyanyian akan dapat menyusup
menguak jendela hatiMu
Dan Kau dengar rintihan kami
Kau dengar jeritan kami
angin mati dan laut pun terdiam
Hening di sekeliling bumi, sunyi sepi mencekam
menunggu keputusan sakral, arif dan bijaksana
Yang tak habis aku mengerti
jeritan kami tak bersuara
Ditelan gemuruh gundah gulana
Mungkin lewat nyanyian akan dapat menyusup
menguak jendela hatiMu
Dan Kau dengar rintihan kami
Kau dengar jeritan kami
.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

